Siaran Manajemen Qolbu bersama Aa Gym Via Webradio

 


KH. Abdullah Gymnastiar (AaGym), Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Buku : "Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid"
MP3 Nasyid Istighfar
Transkip Telaga Rasul (Siaran MQ RCTI - Ramadhan)
MP3 Tausiah Aa Gym

 

     

 Siaran Manajemen Qolbu Stasiun TV

Live Indahnya Kebersamaan Masjid Istiqlal - TPI

Setiap Ahad Pekan ke 2 setiap bulan. Pukul 13:00 - 15:00 WIB.  

Live Kumandang Cinta Remaja Bandung - RCTI

Hari : Setiap Ahad Pekan ke 3 setiap bulan, Waktu: 13:00 - 15:00 WIB

Live Kumandang Cinta Bandung - RCTI

Hari : Setiap Ahad Pekan ke 4 setiap bulan, Waktu: 13:00 - 15:00 WIB

 

  

 Siaran Manajemen Qolbu Stasiun Radio

Live MQ Pagi - MQ FM 102.6 Bandung, Pro2 FM 105.1 Jakarta, Seluruh Jaringan Radio Delta FM (Jakarta 99.1 Mhz)

Serta direlay oleh radio-radio swasta lainnya hampir diseluruh kota di Indonesia. Setiap Senin s/d Minggu, pukul 05.00 - 06.00 WIB

4 Acara Khusus MQ Pagi Mancanegara Bersama Aa Gym

    Setiap Hari Jumat khusus untuk Mancenagara, berinteraksi/dialog live

    langsung dengan Aa Gym. Bisa menghubungi telp Pro2 FM : +62 21

    3450835 (Jakarta), MQ FM : +62 22 2007948 (Bandung), Atau Call

    Free via Skype Internet phone, Skype ID : dtjakarta

 

  

 Siaran Kajian On-Line Lainnya

Kajian Kamis Malam - Musholla Daarut Tauhiid Jakarta - Cipaku

Setiap Kamis Malam, pukul 19.30 - 21.00 WIB (**Dalam Konfirmasi)

Kantin Kajian Tambah Ilmu - Musholla Al Barokah Gedung Cyber

Setiap Kamis 2 pekan sekali, pukul 12.00 - 13.00 WIB

Kajian Muslimah - Musholla Al Barokah Gedung Cyber

Setiap Kamis 2 pekan sekali, pukul 12.00 - 13.00 WIB

Relay Siaran Via Webradio Internet

Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta dan MQ Bandung  bekerja sama dengan Pengelola Web Radio Internet yang berada di  Mancanegara maupun di dalam Negeri, mencoba mengadakan  program "Relay Tausyiah Aa Gym Melalui Internet".  Adapun jadwal siaran ini sebagai berikut:

  • InsyaAllah Seluruh Jadwal Siaran TV/Radio Manajemen Qolbu Bersama Aa Gym bersama siaran kajian lainnya diatas, akan di relay via Internet.

  • Acara Khusus "MQ Pagi Mancanegara"
    Siaran Live "MQ Pagi" di radio MQ FM Bandung,
    Pukul 05.00 - 06.00 WIB.
    Khusus Setiap Hari Jumat untuk Mancenagara
    berinteraksi/dialog live langsung dengan Aa Gym.
    Bisa menghubungi telp,
    Pro2 FM : +62 21 3450835 (Jakarta)
    MQ FM : +62 22 2007948 (Bandung)
    *** Atau Call Free via Skype Internet phone ***
    *** ke Skype ID : dtjakarta ***

  • Siaran Ulang MQ Pagi Di Radio MQFM (RRI Pro2FM)
    Jika sahabat tidak berkesempatan mengikuti siaran langsung
    pada jam sebelumnya, maka dapat mengikutinya pada:
    Hari : Senin s/d Sabtu
    Jam : 13:00 - 14:00 WIB

Untuk mengakses Web Radio tersebut harus sudah terinstallasi program Winamp atau Real Player pada  Komputer, serta terkoneksi ke Internet. Dapat diakses pada alamat :

Akses dari dalam Negeri (via IIX):
Webradio Albarokah - Indonesia (http://www.albarokah.or.id)
**Akses : http://radio.albarokah.or.id/listen.pls

Akses dari luar Negeri:
Webradio Tarbiyah - Jepang (http://www.radiotarbiyah.net)
**Akses : http://www.radiotarbiyah.net/listen.pls

Khusus USA :
Webradio IMSA (3 Channel) - Pittsburgh,
Philadelphia, Madison (http://www.imsa.us)
**Akses1 : http://radio1.imsa.us:16000/listen.pls 
**Akses2 : http://radio2.imsa.us:8000/listen.pls 

Khusus Jerman (dan sekitarnya) :
Webradio QommunityRadio - Aachen (http://www.qommunityradio.de)
**Akses : http://www.q2eradio.cjb.net:8100/listen.pls

 

Program Web Radio ini disponsori oleh :
PT Broadband Network Asia (http://www.bna.net.id)



DAARUT TAUHIID CABANG JAKARTA
- Jalan Cipaku I no. 43 Kebayoran Baru
  Jakarta Selatan 12170
  Telepon : (021) 723-5255
  Fax : (021) 723-5258
  email : dtjkt@cbn.net.id

- Komplek Rukan Ciputat Indah Permai, Blok C2
  Jalan Ir. H. Juanda no. 50 - Ciputat 15419
  Telepon : (021) 740-1460
  Fax : (021) 740-1351


Untuk informasi kegiatan ini bisa dilihat di :
Microsite MQ Aa Gym: http://jkt.detik.com/kolom/aagym (kolom agenda)

 

 

 

 Aa Gym - Tak Kenal Maka Tak Sayang -

 Manajemen Kalbu dan Disiplin Serdadu

KETIKA kiprah militer dikoreksi reformasi, akibat deviasi dwifungsi dan konspirasi dalam kehidupan sosial/politik pada masa Orde Baru, KH Abdullah Gymnastiar (38) tak bergeming. Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT), Gegerkalong Girang, Bandung Utara, yang lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym ini tetap melanjutkan program latihan fisik bagi para santri dengan gaya militer.

Baju, celana, dan sepatu, menggunakan seragam tempur, layaknya serdadu akan menghadapi konflik fisik. "Di sini kepanduan namanya. Disiplin tidak selalu militerisasi. Kita di sini menegakkan disiplin tanpa kekerasan dan kekasaran. Tidak ada kekuatan tanpa disiplin," ujar Aa Gym yang lahir 29 Januari 1962 di lingkungan Kompleks Perwira Angkatan Darat (KPAD) Bandung Utara itu.

Motto yang terakhir inilah yang menjadi dasar mengapa konsep serdadu itu diterapkan untuk menggodok ratusan santri di pesantren yang menempati lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi di Jalan Gegerkalong Girang 38 Bandung ini. Ini juga merupakan bagian dari visi dan misi yang dijalankan di pesantren ini yakni untuk mendidik santri menjadi ahli ikhtiar.

Selain menjadi ahli dzikir, ahli pikir, santri DT diarahkan menjadi ahli yang berusaha mencari kemaslahatan duniawi (ekonomi/ikhtiar). Syaratnya tentu ia harus memiliki daya tahan (endurance) yang bagus, gesit, dan tangkas.

Aa Gym pun tidak memungkiri kalau ada pihak lain yang berpandangan lain dengan latihan fisik seperti militer itu. Kiai muda ini menjelaskan, konsep itu dikembangkan para santri untuk optimalisasi dalam rangka menjadi ahli ikhtiar. Menurut dia, pelatihan fisik ini bukan untuk berkelahi atau mematahkan lawan. "Bagi kami menaklukkan lawan dengan kekuatan fisik adalah merupakan kelas yang paling bawah," katanya.

Menaklukkan lawan tidak harus dengan kekuatan fisik tetapi dengan kearifan, kematangan, dan keteguhan pribadi. Pernah suatu waktu seorang santri DT ada yang menganiaya, padahal kalau mau banyak peluang pihak DT untuk membalasnya. "Kami pecahkan semua itu dengan silaturahmi. Alhamdullilah semuanya selesai dengan baik," ungkapnya.

***
MENGAPA manajemen kalbu? Aa Gym mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa manusia itu sangat tergantung pada kalbunya (hatinya), kalau hatinya busuk perilakunya, busuk pikirannya, dan busuk pula akhlaknya. "Kalau hatinya sehat, pikirannya sehat, cara berbicaranya serta tindakannya juga sehat," tuturnya.

Kalau badan disehatkan, tetapi kalbunya tidak disehatkan, maka kesehatan badannya membawa masalah. Otak dicerdaskan, hati tidak disehatkan, kecerdasannya juga akan membawa masalah. "Makanya membangun apa pun tanpa berbasis atau manajemen kalbu, saya khawatir puluhan tahun bangsa ini akan begini saja, bahkan mungkin lebih parah," katanya.

Aa Gym menuturkan, bangsa ini butuh kesungguhan untuk menyadari bahwa segala urusan tidak hanya bisa diselesaikan dengan kekuatan berpikir dan fisik, tetapi harus dengan kekuatan rohani. Dan, ini kelihatannya belum menjadi sebuah program dari pemerintah bagaimana membangkitkan kekuatan rohani masyarakat, kekuatan nurani, dan kekuatan ruhiyah.

"Sudah terbukti ternyata kecerdasan, material, dan kekuatan fisik tidak menyelesaikan persoalan bangsa ini, karena kekuatan nuraninya pudar. Akibatnya semua kekuatan yang ada, baik kekuatan pikiran, maupun kekuatan fisik, akhirnya untuk saling mendzolimi satu sama lain," kata kiai yang pernah mengenyam pendidikan formal di Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Jenderal A Yani (Unjani) Cimahi itu.

Putra pertama Letkol (Purn) H Engkus Kuswara itu mengharapkan kesungguhan pemerintah untuk bersama semua elemen, membangun bangsa berbasis kekuatan nurani. "Saya kira sesederhana apa pun materi, sesederhana apa pun berpikir, kalau nuraninya hidup, dia bisa sinergi. Insya Allah," kata kiai muda yang kini harus mengatur waktunya secara ketat untuk memenuhi berbagai undangan ceramah di berbagai kota hingga ke luar negeri.


***
SEKARANG ini saatnya bangsa ini melakukan evaluasi, untuk bisa lebih mengokohkan energi, ketika akan kembali mengarungi hidup. Dalam evaluasi ini, ia menganjurkan agar setiap orang mengukur dirinya. "Kalau kita hanya sekadar kelingking jangan berbuat seperti kepalan tangan. Kalau berbicara Indonesia, tentu terlalu besar buat saya," kata suami Ny Ummu Ghaida Muthmainnah ini.

Namun, kata dia, perlu dipahami bersama bahwa energi kita sama-sama terbatas. Kalau kita salah menempatkan diri, maka akan terjadi pemborosan waktu, pemborosan energi dan kurang produktif. Analoginya sederhana saja, waktu dan tenaga terbatas. Kalau itu tidak dikelola maka akan boros. "Sayang kalau kita berbicara justru menambah masalah dan sayang kalau bereaksi justru memperuncing masalah," tuturnya.

Untuk itu, strategi dakwah yang dilakukan di pesantren ini justru menguatkan ke dalam. Pertama, menguatkan setiap personal, supaya lebih siap menghadapi hidup ini, dengan cara positif. Kedua, meguatkan keluarga-keluarga supaya siap menghadapi situasi sesulit apa pun. Jangan sampai sudah sulit dia tidak bisa mengantisipasi kesulitan ini. Ketiga, membangun kebersamaan atau komitmen bersama di masyarakat supaya memiliki pola hidup sinergi yang lebih positif, tidak boros emosi, tidak boros uang, tidak boros waktu, dan tenaga. Tekniknya dibuat modul contohnya dulu, sebab harus ada contoh baik secara personal maupun lembaga yang membuat masyarakat bisa melihat dengan nyata.

"Kita bangun sistem pendidikan supaya masyarakat jadi tahu. Diselenggarakan pelatihan supaya mereka jadi bisa. Dilakukan pembinaan supaya konsisten dengan bantuan multi media, baik radio, televisi, media cetak secara sistematis berkesinambungan."

Pembangunan pesantren yang memiliki 300-an santri dengan jamaah yang cukup besar di seluruh Tanah Air itu dimulai dengan mengontrak dua kamar di kawasan Gegerkalong Girang atau bertetangga dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tahun 1987. Diawali dengan pengajian 10 orang santri, pesantren itu dikembangkan melalui wadah usaha Kelompok Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW). Kegiatannya berupa usaha kecil-kecilan seperti sablon dan percetakan.

Dalam waktu yang relatif singkat, kegiatan itu berkembang menjadi Yayasan Daarut Tauhiid yang mengelola pesantren, Wartel, minimarket dan usaha lainnya senilai lebih dari Rp 10 milyar. Tempat kos yang dulu dikontraknya sudah dibeli dan diperluas menjadi kompleks pesantren, masjid, ruang pendidikan/pelatihan, perpustakaan dan lain-lain.

Konsep manajemen kalbunya makin diminati banyak orang terutama kalangan muda. DT pun dipercaya mengadakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN, dan PT Kereta Api Indonesia.

"Kami tidak bergabung ke partai politik mana pun. Madzab kami Islam saja. Kita tidak ingin membawa bendera baru. Namun, kita ingin mengembangkan kesadaran kolektif di masyarakat, hidup dengan hati yang bersih, akhlak yang mulia dan produktif.

''Kami menghindari apa pun yang bakal menjadi bahan konflik. Kalau ada beberapa jalur pilihan, kami pilih jalur yang paling tidak menimbulkan konflik. Kalau ada beberapa amalan, kami ambil amalan yang paling tidak menimbulkan konflik.

''Ada yang bilang DT itu tasawuf, kami juga tidak mengerti itu. Di sini mah orang-orang yang sedang belajar al-Islam, dan berusaha mengamalkannya secara benar. Sederhana saja," tuturnya merendah.

 


Jika Anda memiliki saran dan komentar untuk perbaikan dan peningkatan, silahkan  hubungi kami

 

Last modified Jun, 2005

Copyright © 2005. All rights reserved